14 Anime Yang Berganti Studio Dalam Pembuatannya

Banyak anime yang beralih studio selama masa perkembangannya, sering sekali terjadi ketika satu musim anime tersebut telah selesai atau sebelum reboot. Mengapa hal ini terjadi? Alasannya bervariasi dari yang menulis manga merasa tidak puas pada musim pertama dan ingin studio baru di musim keduanya, ada juga karena tim yang mengerjakannya terlalu lelah akibat kurangnya jam istirahat dan masih banyak hal-hal lain yang bisa membuat suatu anime berpindah studio. Dan ini daftar 14 anime yang berganti studio dalam masa perkembangan dan hasilnya bisa saja lebih bagus atau lebih parah.

1. One Punch Man (Madhouse – J.C.Staf)

Season pertama ditangani oleh Madhouse, salah satu studio terbaik di industri ini dan di musim kedua oleh J.C.Staf. Bahkan direksinya juga berpindah tangan dari Shingo Natsume ke Chikara Sakurai, alasan untuk perubahan itu tidak pernah disampaikan secara resmi. Banyak pengemar anime ini yang merasa kecewa pada season 2 nya, karena terlalu banyak penurunan kualitas pada segi animasi. walaupun, ada juga sebagian pengemar yang masih menikmati anime one punch man dari segi jalan cerita. Tetapi alangkah bagusnya di kembalikan ke tangan Madhouse agar menjadi keren maximal seperti dulu.

2. Yu-Gi-Oh! (Animasi TOEI – Studio Gallop)

Hampir setiap musih anime Yu-Gi-Oh! ditangani oleh Studio Gallop, tapi tau kah anda kalau Animasi TOEI lah yang pertama kali mengadaptasi manga ini menjadi anime, tetapi adaptasi dari studio ini gagal dan tak diterima dengan baik oleh para penggemarnya di jepang. Padahal Animasi TOEI telah membuat 27 episode pada saat itu dan terpaksa harus dihentikan. Setelah kejadian itu, Studio Gallop memulai kembali anime ini dari awal dan di beri nama baru Yu-Gi-Oh! Duel Monsters.

3. Psyco-Pass (Production I.G. – Tatsunoko Production)

Psyco-Pass Season 1 ditangani oleh Production I.G. karena tim yang mengerjakannya terlalu lelah dan kurang istirahat, maka season 2 nya di ambil alih oleh Tatsunoko Production. Langkah ini masuk akal mengingat Production I.G awalnya anak perusahaan dari Tatsunoko Production serta kedua studio ini juga masih memiliki hubungan bisnis. Walaupun dari segi kualitas animasinya cukup stabil dan tak jauh berbeda dari season 1, tetapi ada sebagian pengemarnya yang tidak suka, dikarenakan ada perubahan jalan cerita, walaupun sedikit.

4. Fruits Basket (Studio Deen – TMS Entertainment)

Anime Fruits Basket yang rilis di tahun 2019 ini adalah reboot, yang dulunya pernah rilis pada tahun 2001. Anime Fruits Basket yang dulu ditangani oleh Studio Deen dianggap gagal mengadaptasikan manga karya Natsuki Takaya ini, bahkan Natsuki sendiri berulang kali bentrok dengan Akitaro Daichi sang sutradara Studio Deen pada kala itu. Karena hal ini, Natsuki Takaya meminta untuk reboot dengan tim yang baru, aktor suara baru, dan semua itu akhirnya terwujud pada tahun 2019, sekaligus dengan studio yang baru juga yaitu TMS Entertainment. Untuk sejauh ini, banyak yang bilang kalau Fruits Basket 2019 lebih baik dari pada tahun 2001.

5. Fate/Stay Night (Studio Deen – Ufotable)

Lagi-lagi Studio Deen, walaupun mereka berhasil dalam menangani anime Showa Genroku Rakugo Shinjuu dan Samurai X: Trust and Betrayal dengan sangat baik, tetapi tetap saja mereka mendapatkan reputasi buruk dari berbagai komunitas anime. Dalam menangani pembuatan anime Fate/Stay Night yang berasal dari Novel Visual, mereka berusaha menggabungkan tiga alur cerita menjadi satu seri sebanyak 24 episode dan tentu saja hasilnya sangat buruk karena perkembangan karakter yang tipis, plot romantis yang menjadi hancur dan kualitas animasinya juga jelek. Reboot Fate/Stay Night: Unlimited Bladeworks yang diadaptasi hanya dari satu alur novel, diproduksi oleh UFOTable dan Umumnya, di anggap sebagai versi yang jauh lebih baik dari segi animasi dan jalan cerita.

6. Hayate The Combat Butler (SynergySP – J.C.Staf – Manglobe)

Anime Hayate The Combat Butler, telah mengantikan studio pembuatannya sebanyak tiga kali. Season 1 oleh SynergySP, season 2 oleh J.C. Staf dan season 3,4 oleh Manglobe. Season 1 terlalu banyak yang melenceng dari manga, season 2 terlalu banyak melupakan peristiwa besar pada musim itu dan Season 3,4 adalah kisah-kisah sampingan berdasarkan karakter kecil yang di tulis oleh mangakanya langsung tapi tidak termasuk dalam manganya. Jika Hayate Butler Combat diadakan kembali, maka akan berganti studio lagi karena studio Manglobe sudah bangkrut.

7. My Teen Romantic Comedy SNAFU (Brain’ Base – Studio Feel)

Season 1 dari anime komedi romantis ini di produksi oleh Brain’s Base yang terkenal atas keberhasilannya di anime Baccano!. Pada season 1, komedi sekolahnya berasa terlalu ringan, sehingga Studio Feel yang mengambil pada season 2 nya. Walaupun Studio Feel tak setenar Brain’ Base tapi mereka berhasil melakukan eksplorasi mendalam setiap karakternya, sehingga membuat anime ini jadi lebih menonjol dari komedi anime sekolah lain, serta banyak penggemar yang menyukai anime ini di musim kedua.

8. Spice & Wolf (Imagin – Brain’s Base) 

Spice & Wolf awalnya di animasikan oleh Imagin, sebuah studio yang jarang didengar namanya. Untuk musim kedua, Brain’s Base mengambil alih tetapi banyak staf asli tetap dipertahankan, walaupun perubahan besarnya terletak pada sutradara yang di ganti oleh Toshimitus Kobayashi dan perancang karakter yang baru oleh Lieu Kazuya Kuroda. Beberapa orang mengatakan musim kedua menjadi lebih jelek dari musim pertama tapi ada juga yang mengatakan sebaliknya.

9. Fairy Tail (A-1/Satelight – A-1/Bridge)

Awalnya, Fairy Tail diproduksi oleh A-1 Pictures dan Satelight. Setelah itu, sekuel kedua diproduksi oleh A-1 Pictures dan Bridge. Alasan untuk perubahan ini tidak pernah diberitahu, tetapi ada perbedaan yang cukup signifikan antara dua seri ini, yaitu: perubahan pada nada, desain karakter, pewarnaan dan adaptasi alur cerita pada manganya. Banyak yang mengatakan ketika diambil Bridge, Faity Tail menjadi lebih hidup dengan animasi yang lumayan detail.

10. Gunslinger Girl (Madhouse – Artland)

Madhouse dikenal sebagai studio yang jelek ketika membuat sekuel, beberapa penggemar anime bahkan menyebutnya dengan kutukan Madhouse. Baru-baru ini mereka juga membuat sekuel Card Captor Sakura Clear card dan hasilnya kurang bagus. Karena ini lah mereka melempar anime Gunslinger Girl ke Artland dimusim keduanya. Gunslinger Girl pada musim pertamannya bisa dikatakan sangat bagus dan musim keduanya tidak jauh berbeda, hanya kualitas animasi yang sedikit menurun.

11. Minami-Ke (Daume – Asread  – Studio Feel)

Anime yang memiliki 4 season ini menceritakan kehidupan sehari-hari dari tiga saudara perempuan dan keluarga mereka, ternyata anime ini ditangani oleh 3 studio yang berbeda. Pada musim pertama ditangani oleh Daume, studio.kecil yang terkenal karena Shiki. Pada musim dua / tiga di ambil oleh Asread dan banyak sekali perubahaan yang di lakukan oleh Astread di musim kedua anime ini, tetapi pada musim ketiga, mereka mengarahkan kembali kedesain asli serinya. Musim keempat dan OVAnya ditangani oleh Studio Feel. Alasan semua perubahan ini belum diberitahu ke publik.

12. Log Horizon (Satelight – Studio Deen)

Musim pertama Log Horizon ditangani oleh Satelight dan musin kedua diambil oleh Studio Deen. Banyak yang menyayangkan kualitas Log Horizon di musim keduanya jauh menurun dari musim pertama. Dimusim keduanya Log Horizon memiliki cerita yang terlalu lelet serta terlalu banyak menghabiskan waktu untuk karakter sampingan yang tidak relevan dan cinta segita di seri pertama, memakan banyak ruang di musim kedua. Hal ini, membuat banyak penggemar Log Horizon tiba-tiba berhenti mengikuti di musim keduanya.

13. The Seven Deadly Sins (A-1/Aniplex – Studio Deen)

Untuk season 1 dan 2 di kerjakan oleh A-1 yang terkenal dengan animasinnya yang bagus seperti Sword Art Online, Fairy Tail, Promise Neverland dan masih banyak lagi yang Ok. A-1 bekerja sama dengan Aniplex pada season 1 dan 2 serta The Seven Deadly Sins Movie. Tetapi karena movienya kurang bagus, Aniplex pun keluar dan A-1 terpaksa mencari studio penganti, karena pada saat itu mereka lagi sibuk untuk melakukan outsourcing animasi mereka ke Studio March Jack. Sehingga A-1 menyerahkan Deadly Sin season 3 kepada Studio Deen, satu-satunya studio yang tersedia pada saat itu. Dan hasilnya banyak pengemar yang marah karena animasi yang buruk dan membuat banyak pengemar kecewa, apalagi ketika scene yang paling ditunggu – tunggu yaitu, pertarungan Meliodas dan Escanor yang sangat buruk. Semakin membuat para pengemar murka.

14. Shingeki no Kyojin (Wit Studio – MAPPA)

Setelah sekian lama menanti, akhirnya trailer perdana dari Final Season dari attack on titan, rilis. Ada yang berbeda kali ini, dimana season 1-3 dikerjakan oleh Wit Studio dan untuk final seasonnya dikerjakan oleh MAPPA, yang di kenal dengan Banana Fish, Zombie land saga, dan Yuri on Ice. Walaupun belum rilis, semoga saja untuk final seasonnya bisa digarap lebih baik dari sebelum-sebelumnya.