Tales of Demons and Gods: Alasan Mengapa Manhua Cina ini Begitu Populer

  • Bagikan

Tales of Demons and Gods, atau TODAG, adalah webnovel Tiongkok yang dibuat pada tahun 2015 dan diposting di Qidian, sebuah situs penerbitan mandiri yang mirip dengan Wattpad. TODAG dengan cepat naik popularitasnya berkat tema universal, plot yang adiktif, dan karakter yang menarik. Seri ini kemudian diadaptasi sebagai webcomic, di Tencent Comic, dengan ilustrasi yang di gambar oleh Jiang Ruotai dan cerita oleh Mad Snail. Pada saat penulisan artikel ini, saat TODAG sudah berada di chapter ke-469.

Di luar Asia, pasar Prancis lah yang pertama kali memperhatikan TODAG, dengan antusias penggemar yang mendorongnya untuk menjadi buku terlaris Nazca, dengan memperoleh hak terjemahan dan merilis seri tersebut pada tahun 2019. Tapi apa sebenarnya yang membuat manhua ini begitu istimewa? Simak ulasannya dibawah ini.

Plot Cerita Tales Of Demons And Gods

Tales of Demons and Gods: Alasan Mengapa Manhua Cina ini Begitu Populer

Tales of Demons and Gods dimulai dengan kematian protagonisnya, Nie Lie, seorang pemuda pemberani yang telah berjuang untuk bertahan hidup sejak Kota manusia terakhir di dunia, Illustria, jatuh ke tangan monster. Namun, Nie Lie tidak benar-benar mati, sebaliknya, rohnya kembali ke masa lalu, mengambil alih tubuhnya yang berusia 13 tahun dan memberinya kesempatan kedua untuk menyelamatkan kota Illustria dari kiamat monsters.

Masalahnya, Nie Lie bukanlah seorang prajurit yang berbakat atau sangat kuat untuk menyelamatkan Kota Illustria. Dia memiliki teman baik disana tetapi tidak memiliki koneksi dengan keluarga bangsawan Illustria dan dia hanyalah siswa yang biasa-biasa saja.

Nie Lie tahu bahwa sangat penting setiap orang mulai bekerja sama agar dapat menyelamatkan Kota Illustria, tapi itu adalah tujuan yang sangat sulit, Illustria adalah kota elit, penuh dengan keluarga bangsawan yang menimbun kekayaan dan kekuatan baik fisik dan spiritual.

Dibalut intrik politik yang rumit, Nie Lie menyakinkan teman-teman sekelasnya untuk membantunya mengubah masa depan mereka, meskipun terkadang perubahan yang dia buat dapat mengacaukan timeline atau malah memperburuk masa depan mereka.

Apa yang Membuat Tales Of Demons And Gods Populer?

Tales of Demons and Gods: Alasan Mengapa Manhua Cina ini Begitu Populer

Tales of Demons and Gods bukanlah cerita yang kompleks, mengambil inspirasi dari manga klasik seperti Naruto, Dragon Ball, Pokémon dan bahkan Attack on Titan, serta dari mitologi Tiongkok klasik dan kisah-kisah tentang kehidupan siswa sekolah. Referensi ini jelas, dan penggemar senang melihat semua bercampur dalam cerita baru yang menghibur.

Aspek lain dari TODAG yang membuatnya populer adalah strukturnya yang kecil sementara keseluruhan plot berkembang secara bertahap, setiap chapter penuh dengan plot twist yang dramatis dan selalu berakhir dengan menggantung, sehingga membuatnya ketagihan untuk terus dibaca.

Halaman penuh warna pada seri ini juga sangat menarik. Sama seperti Shadows House yang langsung menjadi hit karena seninya yang mewah, Tales of Demons and Gods bersinar dengan desain karakter yang hidup dan efek yang memukau.

Selain jadwal penerbitan yang cepat, karya seni yang penuh warna, dan cerita pahlawan yang menyegarkan, TODAG memiliki beberapa kartu as lainnya. Pertama, tanpa malu-malu melayani target audiensnya, dengan karakter utama yang merupakan siswa SMA, mirip seperti manga Jepang lainnya.

Kedua, kemajuan karakter terstruktur dengan jelas seperti video game, lengkap dengan “kelas” (Esensi Spiritual yang menentukan kekuatan mereka) dan “peringkat”, yang dapat beralih dari Perunggu ke Legendaris. Dengan kata lain, tampaknya serial ini sudah siap untuk melibatkan penggemar ke alam semesta Game RPG mereka.

Tales of Demons and Gods benar-benar menghibur, seri ini dijamin akan memicu kegembiraan bagi penggemar shonen klasik, karena berhasil membawa pembaca kembali ke manga fantasi-petualangan pertama masa kecil mereka, yang benar-benar tak ternilai harganya.

  • Bagikan