Inilah Manga Kenkanryu yang Benci Budaya Korea Selatan

  • Bagikan

Manga Kenkanryu Benci Korea SelatanInilah Manga Kenkanryu yang Benci Korea Selatan.

Kita tahu bahwa manga dan anime sangatlah populer. Ini menunjukkan bagaimana pop culture Jepang telah menyebar ke seluruh dunia. Bisa dibilang media Jepang merupakan salah satu terbaik di Asia dan yang paling produktif secara internasional.

Namun trend Jepang dalam beberapa tahun terakhir, mulai disainggi oleh media Korea. Lihat saja K-pop, K-drama, dan bahkan komik webtoon mereka telah berkembang besar dan mulai menyaingi popularitas manga dan anime.

Dengan persaingan panas seperti ini, lalu hadirlah Manga Kenkanryu. Sebuah manga controversial dari tahun 2005, yang berisi tentang sentimen anti-Korea di Jepang. Manga ini mengkritik tindakan sejarah Korea Selatan yang sempat menghebohkan dunia.

Meski kini sudah lama terlupakan, namun efeknya sempat menimbulkan gerakan sinisme terhadap budaya Korea, di Jepang. Penasaran apa isi manga ini dan bagaimana dampaknya? berikut Mrtunakarya sajikan ulasannya!

Kenkanryu Membenci Budaya Korea

Manga Kenkanryu Benci Korea Selatan

Diciptakan oleh Sharin Yamano, plot Manga Kenkanryu mengikuti siswa Jepang bernama Kaname Okiayu, yang mengkritik Korea selatan, setelah mengetahui tentang skandal seputar tim sepak bola Korea di Piala Dunia 2002.

Saat memasuki perguruan tinggi, Kaname bergabung dengan klub yang disebut Far East Asia Investigation Committee (FEAIC). Dimana tujuan club ini adalah untuk menyelidiki permusuhan historis terhadap Korea Selatan dan Jepang.

Inti dari manga ini, menampilkan konsep-konsep seperti Korea Selatan yang diduga mencuri ide-ide dari budaya Jepang. Contohnya seperti bahasa Hangul Korea yang tampak inferior dan isu-isu seputar imigran Korea Zainichi.

Namun isu yang paling gencar adalah masalah berkembangnya popularitas media hiburan Korea yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung dalam manga ini menyebut Boyband BTS sebagai “Bull Shit.” Bahkan judul manga ini jika diterjemahkan, maka berarti “Membenci Gelombang Korea.”

Angkuh, Rasis dan Laris

Manga yang ditulis oleh Sharin Yamano ini, lebih merupakan serangkaian ceramah naratif daripada kisah nyata. Isinya banyak berbicara secara angkuh dan terkesan mengada-ada, dari pada berfokus pada pengembangan karakter.

Karakter sampingan seperti Zainichi Kaname atau Koichi, pada dasarnya hanyalah alat peraga plot yang digunakan untuk menyampaikan poin. Lalu hadir karakter utama, yang tugasnya menjawab atau menerangkan omong kosong.

Perlu juga dicatat bahwa karakter Jepang Manga ini, digambar dalam gaya seni “normal” yang memberi mereka fitur berlebihan. Sedangkan di sisi lain, karakter Korea digambarkan sebagai orang Asia dengan cara yang hampir mirip karikatur.

Terlepas dari kontroversi yang ditimbulkannya dan sifatnya yang kurang sastra, manga ini nyatanya bertahan selama 10 volume. Dengan volume terakhir yang keluar pada tahun 2015 lalu.

Karena kontroversi dan hype yang secara terang-terangan menyerang media Korea, Manga Kenkanryu terjual dengan sangat baik. Nilai jual manga ini sangat tinggi, pembaca bahkan berbondong-bondong untuk membelinya.

Ini menjadikannya salah satu manga terlaris instan, dengan lebih dari 600.000 eksemplar terjual. Sekuel berjudul Manga Kenkanryu 2 kemudian diterbitkan, lalu ada juga Manga Kenchugokuryu, di mana Sharin Yamano mengumbar sentimen anti-Cina.

Dampak Manga Kenkanryu

Tanggapan di Jepang jelas beragam, dengan beberapa melihat manga ini sebagai media penghasut dan rasis. Sementara yang lain, yaitu netizen di papan pesan seperti 2channel, mendukung buku dan pesannya.

Tanggapan di Barat diredam dengan sangat baik, kemungkinan karena K-pop dan K-drama masih sekitar satu dekade lagi untuk benar-benar menjadi arus utama di sana. Lalu di Korea Selatan, bagaimanapun manga ini jelas dikritik, karena tidak akurat dalam beberapa kasus.

Salah satu tanggapan adalah manga dari Yang Byeong-sol berjudul Hyeomillyu, yang diterjemahkan sebagai “Gelombang Anti-Jepang.” Namun, manga tandingan ini hampir tidak berhasil atau bahkan lebih kontroversial di kedua negara.

Jika saja manga ini baru rilis dalam beberapa tahun terakhir, maka kemungkinan akan memiliki dampak yang lebih besar. Apalagi saat ini media Korea sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian dari Dunia Internasional.

Syukurlah sekarang Manga Kenkanryu sebagian besar telah dilupakan. Kini orang-orang dari seluruh dunia dapat dengan mudah menikmati hiburan media Korea Selatan dan juga Jepang, tanpa harus saling menjatuhkan.

Manga Kenkanryu Benci Korea Selatan.

  • Bagikan