8 Makhluk Jahat di Hari Natal “Santa Claus Ngak Masuk”

  • Bagikan

Anak-anak menyukai Santa Claus karena dia memberikan hadiah. Biasanya mereka yang mendapatkan hadiah adalah anak dengan perilaku baik. Sedangkan yang nakal tidak mendapatkan apa-apa. Namun, ada beberapa makhluk legenda jahat yang kabarnya akan menghukum anak-anak dengan sifat buruk di hari Natal.

Anak nakal yang tidak mendapatkan hadiah dari Santa di tahun ini, masih dapat merubah sikapnya untuk tahun depan. Sedangkan anak nakal yang di siksa oleh makhluk jahat, tidak ada kata lagi untuk tahun depan, karena mereka akan trauma pada Hari Natal yang seharusnya dinanti.

So, langsung saja inilah 8 makhluk legenda jahat yang akan menghukum anak-anak nakal seperti Anda di Hari Natal.

Belsnickel

Belsnickel

Belsnickel adalah sosok pembawa hadiah Natal yang menggunakan pakaian berbulu dan terkadang bertopeng dengan lidah panjang dalam cerita rakyat wilayah Palatinate di barat daya Jerman di sepanjang Rhine, Saarland, dan daerah Odenwald di Baden-Württemberg.

Pada dasarnya dia adalah pesuruh santa, tapi membawa sebuah tongkat untuk memukuli anak-anak nakal. Sedangkan anak-anak baik akan diberikan sekantong kue, permen dan kacang-kacangan olehnya. Jadi bersikap baiklah di malam natal, atau Anda akan di pukuli Belsnickel.

Krampus

Krampus

Nih makhluk yang paling terkenal di daftar ini karena sering di adaptasi ke dalam film. Kata Krampus berasal dari akar bahasa Jerman yang bisa di artikan sebagai “cakar”. Dia sudah ada jauh sebelum zaman Kristus, tetapi di zaman modern ini lebih di kenal sebagai Iblis Natal, pendamping dan antitesis dari Sinterklas.

Sama seperti Belsnickel, Krampus mempunyai tugas untuk menghukum anak-anak yang memiliki perilaku buruk. Anda akan dipukuli dan disiksa, lalu dibawa ke sarang Krampus, di mana kita hanya bisa berasumsi bahwa siksaan akan berlanjut dan lebih buruk.

Black Peter

Black Peter Zwarte Piet

Black Peter lebih dikenal sebagai Zwarte Piet di Belanda. Secara umum dia di kenal baik karena memberikan hadiah pada anak laki-laki dan perempuan, dan merupakan pendamping Sinterklaas. Namun, Black Peter sering dianggap sebagai makhluk yang rasis oleh penduduk asli kulit putih di Belanda dan Belgia, karena penamaannya yang menggunakan kata “Hitam” dan di dukung oleh penampilannya.

Di zaman modern, asal-usul penggunaan nama Black dalam nama Peter kerap di ubah. Hitam dimaksudkan atas kerjanya yang sering melintasi cerobong asap untuk mengantarkan hadiah. Dan sebelum ia dikenal baik di abad ke-20, dahulu kala, Black Peter juga dikenal jahat terhadap anak-anak nakal dan tidak ragu menculiknya dengan memasukan mereka ke dalam karung hadiah.

13 Yule Lads

13 Yule Lads Makhluk Jahat di Hari Natal

Anak-anak Islandia dapat menikmati malam natal bukan hanya pada satu hari, tetapi 13 Hari Natal. Disebut Yule Lads, orang-orang yang ceria tapi nakal ini bergiliran mengunjungi anak-anak pada 13 malam menjelang Natal. Setiap malam, Yule Lads meletakkan salah satu sepatu mereka di pinggiran jendela.

Untuk anak laki-laki dan perempuan yang baik, Yule Lad akan meninggalkan permen. Sedangkan anak nakal, Yule Lads akan mengisi sepatu dengan kentang busuk. Namun, itu adalah kisah mereka versi modern.

Zaman dulu, rupanya Yule Lads sangatlah buruk. Masing-masing dari Yule Lads mempunyai nama yang berbeda berdasarkan perilaku mereka.

  • Sheep-Cote Clod: Mempunyai kebiasaan untuk mencoba menyusu domba di kandang petani.
  • Gully Gawk: Yule yang mencuri busa dari ember susu sapi.
  • Stubby: Dia suka mencuri makanan dari penggorengan.
  • Spoon Licker: Suka menjilat sendok.
  • Pot Scraper, alias Pot Licker: Hobi mencuri pot yang tidak dicuci dan menjilatnya hingga bersih.
  • Bowl Licker: Dia mencuri mangkuk makanan dari bawah tempat tidur (dulu, orang Islandia terkadang menyimpan mangkuk makanan di sana – nyaman untuk ngemil tengah malam).
  • Door Slammer: Suka menginjak-injak dan membanting pintu, membuat semua orang tetap terjaga.
  • Skyr Gobbler: Dia suka memakan semua yogurt Islandia (skyr).
  • Sosis Swiper: Suka mencuri sosis .
  • Window Peeper: Dia suka merayap di luar jendela dan terkadang mencuri barang-barang yang dia lihat di dalam.
  • Door Sniffer: Yule yang memiliki hidung besar dan nafsu makan yang tak terpuaskan untuk barang-barang panggang yang dicuri.
  • Meat Hook: Dia suka mengambil daging yang tersisa, terutama daging domba asap 
  • Candle Beggar: Hobi mencuri lilin, yang dulunya adalah barang yang dicari di Islandia.

Knecht Ruprecht

Knecht Ruprecht

Dalam cerita rakyat Jerman, Knecht Ruprecht, yang diterjemahkan sebagai Farmhand Rupert atau Servant Rupert, adalah pendamping Santo Nikolas, dan mungkin yang paling akrab. Tradisi menyatakan bahwa dia adalah seorang pria dengan janggut panjang, mengenakan baju bulu atau ditutupi jerami kacang.

Menurut tradisi, Knecht Ruprecht bertanya kepada anak-anak apakah mereka mengetahui doa-doa mereka. Jika ya, mereka menerima apel, kacang-kacangan, dan roti jahe. Jika tidak, dia akan memberikan mereka sebuah hadiah sampah, dan apabila menolak, Ruprecht memukuli anak-anak tersebut dengan sekantong abu.

Perchten

Perchten

The Perchten adalah roh berjenis kelamin ganda yang muncul selama 12 hari Natal (yaitu, 25 Desember-5 Januari). Di satu sisi kita memiliki Schonperchten betina (“Beautiful Perchten”) dan di sisi lain, sang jantan dinamai Schiachperchten (“Ugly Perchten”).

Yang pertama atau si cantik adalah pemberi keberuntungan dan hadiah. Sementara yang jelek seperti Anda sangat mirip dengan Krampus dan sudah bisa di tebak bahwa dia adalah pemberi hukuman bagi anak-anak nakal.

Gryla

Gryla

Gryla adalah ogre wanita yang tinggal jauh di utara, di iklim dingin Islandia. Monster natal ini adalah raksasa tangguh yang menetap di sebuah gua dan merupakan ibu dari 13 Yule Lads. Tidak ada hal baik mengenai dirinya karena dia tidak memberikan hadiah.

Pada malam natal, Gryla biasanya memimpin keluarga anehnya untuk melancarkan serangan ke kota-kota terdekat, menculik anak-anak nakal, dan mengubah mereka menjadi sup lezat. Ini merupakan alasan baik bagi anak-anak untuk tidak menjadi nakal di malam Natal.

Le Père Fouettard

Le Père Fouettard Makhluk Jahat di Hari Natal

Pere Fouettard katanya terlihat sampai hari ini selama Natal di Belgia dan Prancis. Namanya berarti “Ayah yang Mencambuk,” jadi Anda sudah bisa menebak bagaimana dia membawa keceriaan liburan. Banyak kisah mengenai asal-usul makhluk jahat di Hari Natal yang satu ini, tapi yang paling populer diceritakan sekitar tahun 1252.

Seorang pemilik penginapan (atau tukang daging dalam versi lain) menangkap tiga anak laki-laki yang tampaknya kaya dan dalam perjalanan untuk mendaftar di sekolah asrama agama. Bersama istrinya, dia membunuh anak-anak untuk merampok mereka. Salah satu versi mengerikan menceritakan bahwa mereka membius anak-anak, menggorok lehernya, lalu memotong-motong mereka, dan merebus potongan dalam tong.

St. Nicholas menemukan kejahatan dan membangkitkan anak-anak. Setelah ini, Père Fouettard bertobat dan menjadi mitra St. Nicholas. Versi yang sedikit berbeda dari cerita ini mengklaim bahwa St. Nicholas memaksa Père Fouettard menjadi asistennya sebagai hukuman atas kejahatannya.

Pada intinya, baik versi ini maupun versi lain, kisah asal-usul Père Fouettard di awali dengan sesuatu yang buruk. Dan setelah menjadi partner St. Nicholas, Père biasanya bertugas untuk menangani anak laki-laki dan perempuan nakal. Jadi begitulah nama “Ayah yang mencambuk” dikenal.

  • Bagikan