Anak Kecil Bunuh Diri Gara-gara Anime Platinum End

Anak Kecil Bunuh Diri Anime Platinum EndAnak Kecil Bunuh Diri Anime Platinum End.

Saptu, 05 Februari 2022 seorang anak laki-laki di India berusia 12 tahun, tewas dalam apa yang menurut polisi sebagai upaya untuk meniru aksi anime. Kini, muncul spekulasi bahwa anime Platinum End berada di balik insiden bunuh diri tersebut.

Anak laki-laki itu berasal dari daerah terpencil di Kolkata, India. Pada malam Sabtu, dia jatuh dari gedung apartemen lantai sebelas. Polisi awalnya mengira kematiannya adalah kecelakaan. Namun, polisi sekarang yakin bahwa itu adalah bunuh diri.

Sebuah penyelidikan panjang mengungkapkan bahwa anak itu sedang menonton serial anime “Platinum End.” Ini menandakan perlunya peringatan konten dan kebijaksanaan pemirsa dalam jenis konten yang boleh dikonsumsi anak-anak.

Baru-baru ini, terjadi perdebatan tentang aspek negatif dari budaya anime. Pada tahun 2008, seorang bocah lelaki berusia sepuluh tahun meninggal saat mencoba meniru Gaara dari Naruto. Selain itu, seorang anak laki-laki yang meniru manga Junji Ito mengalami cedera tulang belakang parah pada dirinya sendiri.

Sekarang anime Platinum End sedang diperdebatkan dan penggemar percaya bahwa anime itu mungkin akan dibatalkan. Ini memunculkan pertanyaan apakah konten seperti ini harus dapat diakses oleh anak-anak tanpa peringatan?

Mengapa Anime Platinum End Sangat Berbahaya?

Sinopsis, Plot Cerita & Tanggal Rilis Anime Platinum End

Pencipta ‘Death Note’ adalah yang menciptakan seri manga, ‘Platinum End.’ Sebuah studio kemudian mengadaptasinya baru-baru ini menjadi serial anime. Padahal, Platinum End sempat dipercaya berpotensi menjadi lebih besar dari Death Note.

Namun, serial anime ini memiliki konten yang bisa memicu hal buruk. Cerita Platinum End dimulai dengan Mirai Kakehashi, seorang siswa yatim piatu yang mencoba bunuh diri. Namun, seorang malaikat datang menyelamatkannya dan memberinya kesempatan untuk berpartisipasi dalam sebuah kontes Dewa.

Dewa yang akan segera pensiun, kini telah memilih orang-orang tertentu untuk menggantikan posisinya. Semua kandidat Dewa yang terpilih, sekarang harus saling bersaing, bagi siapa pun yang menang akan menjadi Dewa berikutnya.

Nah, Polisi percaya bahwa bocah lelaki berusia 12 tahun itu melompat dari atap gedung apartemennya, berpikir bahwa seorang malaikat akan menyelamatkannya. Ini telah memicu diskusi tentang anime Platinum End yang dibatalkan tayang.

Bahaya dari Sebuah Anime

Anak Kecil Bunuh Diri Anime Platinum End

Meskipun bocah lelaki berusia 12 tahun itu tidak meninggalkan catatan bunuh diri, namun, teman dan keluarganya tahu bahwa dia adalah penggemar anime. Polisi telah menemukan bahwa bocah itu sedang menonton serial anime sebelum kejadian, dan mereka telah mencatat bahwa serial anime tersebut adalah Platinum End.

Mereka percaya, bahwa kemungkinan besar bocah itu bunuh diri, berharap malaikat akan menyelamatkannya, ini mirip seperti cerita anime tersebut. Orang-orang di internet telah mengkritik serial anime karena konten ekstremnya yang memengaruhi pemirsa muda.

Ini bukan pertama kalinya orang bunuh diri karena karakter anime. Ketika karakter favorit mati, ada orang yang bunuh diri. Namun, insiden ini secara kolektif menimbulkan pertanyaan penting tentang peringatan konten.

Adegan-adegan yang menunjukkan bunuh diri, kematian, penyalahgunaan alkohol, dan lainnya, harus menjadi norma dalam konten itu sendiri. Situs streaming seperti Netflix biasanya datang dengan peringatan ini. Namun, mengintegrasikan peringatan ke dalam serial anime itu sendiri mungkin akan lebih bermanfaat.

Batas antara kenyataan dan fiksi harus jelas. Karena insiden ini sering melibatkan anak kecil, pengawasan orang tua menjadi penting. Ini juga merupakan permintaan yang tulus kepada para pembaca untuk mengingat perbedaan antara kenyataan dan fiksi.

Anak Kecil Bunuh Diri Anime Platinum End.