Alasan kata ‘Yamete Kudasai’ menjadi kalimat 18+

Alasan 'Yamete Kudasai' menjadi kalimat 18+!

Awalnya frasa “yamete kudasai” digunakan dengan sangat santai di negara Jepang, dan mereka tidak dapat memahami mengapa kalimat tersebut berubah menjadi kata “cabul” dan akan menjadi kategori 18+. Oleh karena itu ketahuilah makna sesunguhnya dan mengapa dua kata itu bisa di salah artikan oleh orang-orang di luar Jepang.

Apa itu Kalimat Yamete kudasai?

Yamete kudasai adalah ungkapan bahasa Jepang yang cukup umum. Dalam arti yang benar, kata itu berarti “tolong berhenti atau sudah cukup”. Karena arti yang cocok digunakan dalam berbagai kasus, jika Anda menonton manga, anime, dan film Jepang, Anda akan sering mendengar frasa ini.

Bagi orang Jepang, yamete kudasai adalah ungkapan biasa, tidak ada yang istimewa. Namun, ketika dikenalkan ke dunia, kata itu berubah menjadi kata… 18+ dan sangat terkenal – sampai-sampai orang Jepang terkejut.

Orang Jepang tidak mengerti mengapa Yamete kudasai dikaitkan dengan frasa tidak senonoh

Saat kata-kata itu beredar ke luar negeri, frasa yamete kudasai secara bertahap dilihat sebagai kata yang berarti 18+. Alasannya sederhana karena kata yamete kudasai banyak digunakan dalam industri film dewasa yang di gandrungi oleh banyak pria di luar Jepang.

Lambat laun, yamete kudasai dikaitkan dengan citra “cabul” dan menjadi kata berkonotasi seksual saat disebutkan. Khususnya orang Indonesia yang hobi menonton film dewasa, maka mereka sering melihat film dengan alur cerita di mana sang wanita di paksa melakukan hubungan seksual dan kemudian sang wanita berkata “yamate kudasai”. Dari sinilah orang-orang Indo melihat dan menganggap bahwa kata itu berartikan sesuatu yang bermakna 18+, padahal tidak.

Dan ini diperburuk dengan negara-negara selain Indonesia menganggap kata tersebut dengan makna serupa. Jika, Anda menuliskan kata “yamete kudasai” di pencarian Google, maka yang keluar sudah pasti gambar-gambar dengan kelakuan buruk.

Bagaimana Tanggapan orang Jepang?

Dikutip dari media Jepang, masyarakat disana terkejut dengan hal ini:

Mengapa semua meme dari Jepang berhubungan dengan film babi?

Saya mendengar media Jepang terkejut dengan ini.

Banyak kata di Jepang memiliki arti normal, tetapi ketika mereka pergi ke luar negeri, mereka berubah.

Onii-chan adalah kata lain satu kata yang mereka ambil.

Ahegao juga terkenal tapi tidak terlalu populer di Barat, mungkin karena jarang di kehidupan nyata.

Saya bangga menjadi orang Jepang.

Tidak apa-apa untuk menggunakannya, tapi tolong gunakan arti yang benar dan jangan mengubahnya menjadi kata yang sama sekali berbeda.

Saat ini, kontroversi seputar yamete kudasai menjadi genre 18+ belum berakhir. Bagaimana menurut Anda? Apakah ini cerita lucu, masalah umum, atau tindakan yang harus dikritik? Atau Anda sendiri mengunakan kalimat tersebut dengan salah mengartikannya?